Welcome to My World

Bermanfaat Bagi Umat

Menjadikan Hidup Lebih Bermakna

Alangkah beruntungnya seseorang yang dikaruniai Allah kemampuan untuk
memanfaatkan waktu hidup sebelum datang waktu matinya. Dia senantiasa
memanfaatkan setiap detik dari waktunya dengan sebaik mungkin.
Memanfaatkan setiap helaan nafasnya secermat mungkin. Hal tersebut
hanya dimiliki oleh seseorang yang terampil memainkan hidup.

Allah yang Mahaadil telah melimpahkan karunia pada hambaNya tanpa
pilih-pilih. Dia telah memberikan kesempatan dan waktu yang sama. Dia
pun telah memberikan keterampilan yang beraneka ragam bagi siapa pun.
Dia juga telah membekali manusia dengan akal yang sempurna. Namun
permasalahannya, tidak semua orang pandai untuk memanfaatkannya.
Banyak waktu dan kesempatan yang terbuang dengan sia-sia, banyak
potensi yang diabaikan begitu saja, dan tak sedikit keterampilan yang
dibekukan.

Baca selebihnya »

Mei 5, 2008 Posted by | Tak Berkategori | 1 Komentar

.::Menghindarkan Diri Dari Ujub::.

“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Kami akan menguji
kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan
dikembalikan hanya kepada Kami.” (QS.Al-Anbiya : 35).

Ayat ini merupakan salah satu peringatan Allah SWT bagi manusia. Yakni
mengenai kebaikan dan keburukan yang seyogyanya bisa menjadi jalan
bagi peningkatan kualitas keimanan seseorang. Seringkali orang merasa
bahwa keburukan dan keterpurukan adalah cobaan. Namun tidak sedikit
pula orang yang tidak menyadari bahwa kebaikan yang dimiliki juga bisa
merupakan cobaan dari Allah SWT.

Baca selebihnya »

Mei 5, 2008 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan sebuah Komentar

BiL@ TiB@ Usi@ SenJ@

Wajahnya berbalut keriput, rambutnya telah memutih, bicaranya tak tampak jelas, tubuhnya tak lagi tegap, bahkan cenderung ringkih dan berjalan tertatih. Dengan teramat perlahan ia meletakkan tubuhnya di kursi roda yang kemudian membawanya pergi. Itulah sosok manusia tua yang mungkin kerap kita temui.

Menjadi tua adalah episiode yang pasti dilalui oleh mereka yang pernah mengecap kehidupan. Karena itulah sunnatullah yang telah Dia gariskan kepada setiap mahluknya yang pernah ada. Dari zigot kemudian tumbuh menjadi segumpal daging, akhirnya membesar menjadi seorang bayi dalam rahim ibu, dan keluar sebagai bayi mungil. Kemudian bayi itu tumbuh menjadi balita, lalu beranjak remaja dan dewasa, selanjutnya menjadi tua, dengan segala kekeriputan dan kepikunan yang hadir dalam jiwa manusia tua.

Baca selebihnya »

Mei 5, 2008 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan sebuah Komentar

KeTiK@ Im@n Turun

Iman itu adalah ucapan dan perbuatan. Ia dapat bertambah dan dapat
pula berkurang. Demikian Rasulullah SAW pernah bersabda kepada kita,
ummatnya, akan hakikat dari iman. Bahwa iman itu sifatnya bisa naik
(bertambah) dan dapat pula turun (berkurang). Ia memiliki siklus, yang
membuat kita harus senantiasa sigap dalam menjaganya.

Lalu, bagaimana kita menyikapi saat iman turun. Saat iman kita turun
satu langkah, berusahalah agar kemudian ia naik dua langkah. Saat iman
kita turun dua langkah, bermujahadahlah agar iman dapat segera naik
empat langkah. Sehingga secara grafik, iman yang kita miliki polanya
lurus naik ke atas (semakin baik).

Ingatlah, kita bukanlah Nabi atau Rasul yang kadar keimanannya dijaga
Allah. Kita adalah manusia dengan segala kelemahannya, namun dalam
keimanan mampu melebihi tingkat Malaikat. Tapi bisa juga sebaliknya,
lebih rendah dari Iblis. Semuanya tergantung akan kepekaan akan rasa
keimanan. Bilakah keimanan ini menurun, atau bilakah alarm akan iman
yang turun, menyala agar segera ditindaki.

Oleh karenanya, saat keimanan menurun, kesadaran kita akan keimanan
tersebut haruslah segera dihidupkan. Kemudian diikuti dengan tindakan
segera untuk meningkatkan keimanan itu. Segeralah itu lakukan, karena
kita tidak tahu, kapan kita akan dipanggil Allah.

Jadi, jangan risaukan diri kita dengan mempertanyakan akan kelabilan
iman yang dimiliki. Tapi, percepatlah diri ini ketika kita merasakan
iman dalam fase menurun. Percepat dengan perilaku yang mendekatkan
diri pada Allah. Atau kita berupaya untuk mendekatkan diri ini dengan
memasuki lingkungan atau orang-orang yang dapat menulari kita dengan
aura keimanan yang dimilikinya

Mei 5, 2008 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan sebuah Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.